Monolog
Monolog juga salah satu kegiatan seni yang dicakup dalam teater, jadi MONOLOG adalah suatu percakapan seorang pelaku dengan dirinya sendiri. Dengan melakukan monolog, penonton dapat mengetahui, gejolak perasaan yang sedang dirasakannya oleh pemain pada waktu itu.
Perhatikan cuplikan monolog tokoh Larasati dalam Lakon Kuda Perang, sebuah lakon adaptasi dari Egmont karya Goethe.
LARASATI : Kakang Purbatura, kaukah itu ? tak ada siapa-siapa? Aku akan menaruh lampu ini di jendela. Mungkin ia akan melihat bahwa aku masih bangun. Bahwa aku masih menunggunya. Ia berjanji akan memberi khabar…….memberi khabar……….?
Mengerikan……..! Pangeran Angkaraksa ditangkap ! Pengadilan mana yang mempunyai wewenanguntuk memanggil dia? Mereka berani menangkapnya? Baginda yang menghukum dia, ataukah Adipati Andalan ? Ratu Pramodarwardhani mengundurkan diri. Pangeran Jinggalaras was-was seperti juga teman-temannya. Ini kah dunia yang penuh tingkah dan penghianatan, sementara aku tak berpengalaman apa-apa? Ini kah dunia?
Siapa yang sanggup berbuat begitu hina, begitu kurang ajar, dengki, mendendam seorang yang begitu baik……..?
Oleh Pengeran Anggaraksa, aku mintakan do’a keselamatan di hadapan Dewata, semoga selamat seperti ketika berada dalam genggaman tanganku…………………dst.
Monolog dapat kita gambarkan sebagai orang yang berdrama namun hanya diwakilkan oleh seorang aktor maupun aktris. di bali ada banyak event - event lomba monolog , jadi siapakan diri anda untuk bermain dan belajar seni karena seni akan selalu melekat dalam jiwa seseorang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar